DIREKTORAT PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT
Info Hari

Kesehatan

BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH, MENCEGAH CAMPAK LEWAT IMUNISASI ADALAH HAK ANAK

BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH, MENCEGAH CAMPAK LEWAT IMUNISASI ADALAH HAK ANAK

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai Selasa (1/8) melaksanakan imunisasi nasional vaksin campak dan Rubella(MR-Measles Rubella)secara gratis dalam rangka memperingati “Pekan Imunisasi Nasional”.


Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Di Indonesia sendiri, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) melaporkan bahwa terdapat lebih dari 400 kasus rubella yang tercatat pada tahun 2011.


Penyakit ini disebabkan oleh virus Rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui saluran pernafasan yang disebabkan oleh butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Selain melalui udara penyebaran virusini juga dapat ditularkan melalui berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan Rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.


Infeksi Rubelladapat menyebabkan cacat pada otak, jantung, mata, dan telinga pada bayi dan meningkatkan risiko keguguran dan stillbirth (bayi lahir mati). Sedangkan campak yang menyerang ibu hamil dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau bayi lahir mati.


Keprihatinan akan penyebaran virus endemik campak dan Rubella, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi measles rubella (MR) untuk menghindarkan anak dari resiko cacat hingga kematian. Melalui program tahunan ini, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan Rubella di tahun 2020, Indonesia bebas penyakit campak dan Rubella.
Harapan tersebut bukan harapan yang mustahil terlaksana, mengingat sebelumnya Indonesia pernah berhasil dengan program imunisasi cacar, polio, dan tetanus. Namun, upaya mencapai Indonesia bebas campak dan Rubella tidak bisa dikatakan mudah. Perlu dukungan nyata dan kerja kolektif dari semua unsur pemerintah serta masyarakat khususnya orang tua dan instansi pendidikan dalam memberikan edukasi akan pentingnya imunisasi.
Akan sangat disayangkan jika program pemberian imunisasi tidak disambut dengan baik, khususnya pada intansi pendidikan. Mengingat virus ini seringkali menyerang anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Instansi pendidikan setara SD sampai SMP menjadi tempat yang rentan penyebaran virus ini, pun sekaligus menjadi tempat paling strategis dalam mencegah penyebaran virus campak dan Rubella.


Program imunisasi gratis ini juga mendapat dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Secara global, upaya memerangi wabah campak dan Rubelladapat mencapai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)di sektor kesehatan global.
Komitmen penuh dari semua unsur pemerintah dan lapisan masyarakat untuk mendukung Indonesia dalam kampanye imunisasi ini sangat penting,agar wabah campak dan cacat bawaan saat lahir akibat Rubella dapat dicegah.