DIREKTORAT PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT
Info Hari

Kesehatan

Garis Hitam Pada Kuku Tanda Risiko Kanker

Garis Hitam Pada Kuku Tanda Risiko Kanker

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba muncul garis hitam di kuku, dan tak kunjung hilang meski sudah cukup lama dan potong kuku berkali-kali?

Tahukah? Bagian tubuh satu ini dapat menjadi indikator kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tanda gelap atau garis hitam yang muncul pada permukaan kuku memang nampak sepele dan normal. Sekitar 50% kelainan bentuk kuku disebabkan oleh infeksi jamur, tetapi baiknya tidak abai pada garis hitam tersebut, sebab bisa saja hal tersebut adalah indikasi biologis terhadap risiko tumor atau kanker.

Dr Doris Day, seorang dermatolog dari Lenox Hill Hospital, New York mengatakan tumor pada kuku sebenarnya banyak terjadi, tapi kerapkali tak disadari. Biasanya orang-orang keliru menganggapnya sebagai jamur pada kuku.

Sedangkan Jean Skinner, ahli perawatan kuku, dari Essex, Inggris bercerita mengenai pengalamannya bersama seorang klien wanita yang ia anjurkan menemui dokter karena mendapati garis hitam pada kukunya.

Beberapa minggu kemudian, sang perempuan pun kembali menghubungi Jean, untuk memberitahu bahwa garis hitam vertikal di kukunya didiagnosis sebagai melanoma (kanker kulit) agresif yang telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Melanoma – Kanker Kulit Paling Berbahaya Perusak Kekebalan Kulit

Melanoma adalah jenis penyakit kanker kulit berbahaya yang berkembang pada sel pigmen kulit (melanosit) yang memproduksi melanin. Melanin sendiri berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan.

Kanker jenis ini disebabkan oleh sel-sel pigmen kulit yang berkembang secara tidak normal. Meski saat ini belum dapat dipastikan penyebab utamanya, kebanyakan orang beranggapan Melanoma dikarenakan kulit yang terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) alami atau buatan. Namun, tidak sedikit pula penderita yang justru jarang terpapar sinar UV.

Menurut data WHO, sekitar 132.000 kasus melanoma muncul setiap tahunnya di seluruh dunia, dan di setiap tiga kasus kanker dilaporkan, ditemukan setidaknya satu kasus kanker kulit melanoma. Kanker kulit jenis ini dapat berakibat fatal dan berisiko kematian jika tidak didiagnosis sedini mungkin.